Cara Merawat Jambu Mete agar Berbuah Lebat untuk Peluang Usaha

Jambu mete atau mete merupakan salah satu buah yang dapat menghasilkan benih yang bernilai ekonomis cukup tinggi. Biji yang dihasilkan oleh kacang mete dikenal sebagai kacang mete. Kacang mete cukup mahal. Dan Indonesia merupakan salah satu negara yang mengekspor kacang mete. Dapat dikatakan bahwa menjalankan usaha budidaya jambu mete sangat menggiurkan dan memiliki potensi yang besar.

Syarat Tumbuh

  • Tanaman jambu mete ini sangat menyukai sinar matahari. Jika tanaman jambu mete kekurangan cahaya matahari, dan produktivitasnya akan menurun serta tidak akan berbuah jika dinaungi oleh tanaman lain.
  • Suhu harian di sentra penghasil kacang mete minimal antara 15-25 Celcius dan maksimal antara 25-35 Celcius. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik dan produktif kalau ditanam pada suhu harian rata-rata 27 Celcius.
  • Kacang mete paling cocok ditanam di daerah dengan kelembaban relatif antara 70-80%. Namun tanaman jambu mete masih mampu mentolerir tingkat kelembaban 60-70%.
  • Angin kurang berperan pada proses penyerbukan putik tanaman dari jambu mete. Dalam penyerbukan pada jambu mete, serangga lebih terlibat.
  • Daerah yang paling bagus untuk budidaya jambu mete adalah di tempat yang memiliki curah hujan diantara 1.000-2.000 mm per tahun dengan 4-6 bulan kering (<60 mm).

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan merupakan tindakan budidaya yang sangat penting. Pemeliharaan ini tidak hanya ditujukan pada tanaman tetapi juga pada tanah. Menjaga kesuburan tanah dengan pemupukan, penyiangan, penanaman kembali, irigasi, pemangkasan dan pengendalian hama dan penyakit juga merupakan aspek budidaya yang perlu diperhatikan.

Hal-hal dalam pemeliharaan tanaman Jambu Mete yaitu :

1. Penyiraman

Bibit yang baru ditanam membutuhkan banyak air. Oleh karena itu tanaman perlu disiram pada pagi dan sore hari. Penyiraman dilakukan secukupnya dan air tidak menggenangi tanaman.

2. Penyulaman

Penyulaman dilakukan setelah tanaman berumur 2-3 tahun. Jika tanaman berumur 3 tahun, pertumbuhan tanaman bordir umumnya kurang baik atau akan terhambat.

3. Penyiangan dan Penggemburan

Pengendalian gulma sebaiknya dilakukan setiap 45 hari sekali. Tanah yang disiram setiap hari tentu semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit. Akibatnya, akar tanaman tidak leluasa menyerap unsur hara. Untuk alasan ini, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan.

4. Pemupukan

Tanaman jambu mete dipupuk dengan pupuk kandang, kompos, atau pupuk buatan. Pemberian pupuk kandang/kompos dilakukan dengan cara menggali parit melingkar, di luar tajuk sebanyak 2 blek minyak tanah (20 kg). Pupuk dituangkan ke dalam parit dan ditutup dengan tanah. Pemupukan selanjutnya dilakukan dengan pupuk buatan.

5. Pemangkasan

Cara pemangkasan tanaman jambu mete dilakukan sebagai berikut:

  • Tunas samping pada bibit dipangkas terus-menerus sampai ketinggian cabang mencapai 1 – 1,5 m dari tanah.
  • Pilih 3-5 cabang yang sehat dan diposisikan dengan baik terhadap batang utama.
  • Pemangkasan ini dilakukan sebelum tanaman berbunga. Pemangkasan untuk pemeliharaan dilakukan setelah tanaman berbuah.

6. Penjarangan

Penjarangan dilakukan secara bertahap saat tajuk tanaman saling menutupi. Jika jarak tanam 6 x 6 m dan ditanam secara monokultur, diperkirakan tajuk tanaman sudah menyentuh dalam 6 – 10 tahun. Saat itu penipisan dimulai.

Buat kalian yang ingin memulai usaha olahan makanan dari jambu mete gunakan alat pengupas mete dan mesin pencacah sampah organik untuk mengolah limbah jambu mete. Itulah pembahasan kali ini tentang cara merawat jambu mete agar berbuah lebat untuk peluang usaha.