Segala Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang Detox Sosial Media

Bagi sebagian orang, sosial media seperti narkoba, jika mereka tidak mendapatkannya, ia akan sedih, marah, depresi, tertekan, dan kesepian. Bagi sebagian orang ini, sosial media adalah teman satu satunya dan cara modern untuk bersosialisasi.

Meskipun bukan semua pengguna sosial media adalah pecandu, namun angka pecandu sosial media sangatlah banyak. Oleh sebab itu, anda harus mewaspadai gejala kecanduan sosial media. Di era pandemi seperti saat ini, orang banyak menghabiskan waktunya di rumah dan waktu ini sebagian besar dihabiskan dengan beraktivitas di sosial media.

Ada beragam sosial media yang menemani mereka yang beraktivitas di rumah seperti Facebook, Instagram, Twitter, Telegram, WhatsApp, Tumblr, Reddit, YouTube dan lain sebagainya. Oleh sebab itu semakin banyak orang yang mengalami adiksi terhadap sosial media.

Cirinya adalah seseorang tidak bisa lepas dari sosial media. Jika ia tidak mengakses sosial media, ia akan merasa gelisah. Jika anda mengalaminya, anda artinya mengalami kecanduan. Jika sudah kecanduan, anda sebaiknya mulai untuk melakukan detox sosial media. Detox sosial media sebenarnya sangat sederhana sekali. Anda hanya tidak perlu mengakses sosial media. Itu saja, namun banyak yang gagal karena mereka tidak mampu menahan dirinya.

Sebetulnya paradigmanya salah, bukan soal menahan diri, tetapi adalah soal bagaimana diri anda mengalihkan perhatian kepada hal-hal lain yang lebih baik, produktif dan bermanfaat. Jika anda sudah berhasil melakukan ini, anda tidak akan menjadikan sosial media sebagai “pemuas” anda.

Aktivitas bersosial media jika tanpa tujuan sebetulnya adalah kegiatan yang tidak bermanfaat sama sekali. Coba pikirkan, apa yang berbeda dari diri anda setelah dan sebelum mengakses sosial media? Tidak ada. Anda membuka sosial media, melihat konten menarik dan setelah anda tutup sosial media, anda lupakan semua konten itu. Buang-buang waktu! Coba ganti waktu mengakses sosial media anda dengan bersosialisasi dengan teman-teman, kerabat, saudara dan sahabat maka akan jauh lebih bermanfaat karena semakin mempererat hubungan sosial kalian.

 

Sumber: https://pojoksosmed.com/